Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Strategi Lobi dan Negosiasi Indonesia dalam Memperkuat Perdagangan Kelapa Sawit di Pasar Internasional

Gambar
Analisis tentang diplomasi perdagangan, sertifikasi keberlanjutan, dan strategi Indonesia menghadapi dinamika pasar internasional Kelapa sawit bukan sekadar komoditas perkebunan bagi Indonesia. Ia merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki posisi penting dalam perdagangan internasional. Namun, di balik besarnya kontribusi ekonomi tersebut, perdagangan kelapa sawit Indonesia juga menghadapi tantangan berupa tuntutan keberlanjutan, isu lingkungan, kampanye negatif, serta kebijakan negara importir. Tulisan ini merupakan analisis saya mengenai bagaimana lobi dan negosiasi digunakan Indonesia untuk mempertahankan kepentingannya dalam perdagangan kelapa sawit di pasar internasional , khususnya dalam menghadapi tekanan dari pasar Eropa. Mengapa Kelapa Sawit Menjadi Isu Internasional? Indonesia dan Malaysia merupakan dua negara produsen utama kelapa sawit dunia. Pada 2016, Indonesia menyumbang sekitar 52% pasokan sawit dunia dengan luas area perkebunan sekitar 11,4 juta hektare d...

Menghitung Beta Saham dengan Model Indeks Tunggal

Gambar
Menghitung Beta Saham dengan Model Indeks Tunggal Studi kasus: PT Mandala Multifinance Tbk 1. Apa Itu Beta Saham? Dalam investasi saham, kita perlu memahami seberapa sensitif suatu saham terhadap pergerakan pasar. Salah satu ukuran yang dapat digunakan adalah beta (β) . Secara sederhana: Beta menunjukkan seberapa besar suatu saham cenderung bergerak ketika pasar bergerak. Untuk menghitung beta, salah satu metode yang dapat digunakan adalah Model Indeks Tunggal (Single Index Model) atau Market Model . 2. Model yang Digunakan Hubungan antara return saham dan return pasar dapat dituliskan: Ri = α + βRm + εi Keterangan: Ri = return saham Rm = return pasar α = konstanta β = beta saham εi = residual/error Yang menjadi fokus utama adalah β , karena nilai inilah yang digunakan untuk melihat sensitivitas saham terhadap pasar. 3. Contoh Kasus Misalnya, Taufik ingin menghitung beta saham PT Mandala Multifinance Tbk . Ia memiliki: Data harga saham PT Mandala...

Memahami Bisnis Model Kanvas (BMC): Cara Sederhana Memetakan Model Bisnis

Gambar
Pernah melihat sebuah bisnis yang produknya menarik, tetapi ternyata tidak jelas siapa yang akan membeli, bagaimana produk dijual, atau dari mana pendapatannya diperoleh? Di sinilah Business Model Canvas (BMC) dapat digunakan. BMC merupakan alat sederhana untuk membantu kita melihat gambaran sebuah bisnis secara utuh dalam satu kanvas . Melalui BMC, sebuah ide bisnis dapat dipetakan mulai dari siapa pelanggan yang dituju, apa nilai yang ditawarkan, bagaimana produk disampaikan, hingga bagaimana bisnis memperoleh pendapatan dan mengelola biaya. Apa Itu Business Model Canvas? Business Model Canvas (BMC) adalah kerangka yang digunakan untuk menggambarkan, menganalisis, dan merancang sebuah model bisnis. BMC terdiri dari 9 elemen utama : Customer Segment Value Proposition Channels Customer Relationships Revenue Streams Key Resources Key Activities Key Partnerships Cost Structure Kesembilan elemen tersebut saling berhubungan. Karena itu, BMC tidak hanya digunakan unt...

Memahami Pengaruh Risiko Bisnis, Risiko Keuangan, dan Risiko Pasar terhadap Kinerja Saham LQ45

Review artikel: The Influence of Business Risk, Financial Risk and Market Risk Towards LQ45 Stock Performance Penulis: Gayuh Raditya Perdana, Sulastri, Mohamad Adam, Marlina Widiyanti Penerbit: The Manager Review Apa yang Menentukan Kinerja Sebuah Saham? Ketika seseorang memutuskan untuk berinvestasi di pasar saham, salah satu pertanyaan yang muncul adalah: apa yang sebenarnya memengaruhi return atau kinerja saham? Pergerakan harga saham tidak hanya berkaitan dengan kondisi perusahaan, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh berbagai jenis risiko. Penelitian oleh Gayuh Raditya Perdana, Sulastri, Mohamad Adam, dan Marlina Widiyanti mencoba melihat persoalan tersebut melalui tiga perspektif utama: risiko bisnis, risiko keuangan, dan risiko pasar . Penelitian ini menarik karena menggunakan saham-saham yang tergabung dalam indeks LQ45 , yaitu kelompok saham yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu termasuk likuiditas dan kapitalisasi pasar. Dengan demikian, penelitian berusaha menjawab p...

Resensi Jurnal: The Capital Assets Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory: Properties And Applications In Jordan

Gambar
Membandingkan CAPM dan APT dalam Menilai Risiko Investasi: Review Penelitian di Pasar Modal Yordania Review artikel: The Capital Assets Pricing Model & Arbitrage Pricing Theory: Properties and Applications in Jordan Penulis: Ibrahim Alshomaly & Ra’ed Masa’deh Penerbit: Canadian Center of Science and Education Memahami Risiko di Balik Keputusan Investasi Dalam investasi di pasar modal, salah satu pertanyaan penting bagi investor adalah: seberapa besar tingkat pengembalian yang seharusnya diperoleh sebagai kompensasi atas risiko yang ditanggung? Pertanyaan tersebut menjadi dasar dari berbagai model penilaian aset. Dua pendekatan yang banyak digunakan adalah Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Arbitrage Pricing Theory (APT) . Artikel karya Ibrahim Alshomaly dan Ra’ed Masa’deh menarik untuk dikaji karena membandingkan kedua pendekatan tersebut dalam konteks pasar modal Yordania. Fokus utamanya adalah melihat bagaimana CAPM dan APT dapat digunakan untuk mengukur risiko sistem...