Ada seorang pria, sebut saja namanya Fadli. Dia menjalani kehidupan yang terlihat biasa di mata orang-orang, tetapi di dalam dirinya ada pergulatan yang tak seorang pun tahu. Pergulatan antara penyesalan mendalam dan godaan yang terus membayangi. Fadli adalah pria yang, di tengah kesendirian dan kelemahan emosionalnya, pernah terjerumus dalam perbuatan dosa. Awalnya hanya sekali, sebuah kesalahan yang ia pikir dapat ia hapus dengan doa dan istighfar. Namun, seperti rantai yang tak terlihat, dosa itu menariknya kembali. Setiap kali ia tergoda oleh hawa nafsu, ia merasa tak kuasa melawan. Setiap usai melakukannya, perasaan sesal datang seperti ombak yang menggulung hatinya. Ia membenci dirinya sendiri, merasakan kehinaan, dan tak jarang ia menangis dalam sunyi, memohon ampun kepada Tuhan. Tapi entah bagaimana, dorongan itu selalu datang lagi. Seperti bisikan halus yang tak henti memanggil, mengingatkan keinginan yang ia tahu hanya akan berujung pada rasa sesal yang sama. Namun, ada sesua...