Menyambut Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan di sebagian negara seperti Saudi Arabia dan negara Timur Tengah lainnya memang hari ini, 20 Juli 2012. Begitu juga sebagian warga Indonesia, seperti organisasi Muhammadiyah dan beberapa organisasi islam lain yang menggunakan sistem hisab atau perhitungan matematis.
Sedangkan pemerintah dan PBNU yang menggunakan sistem rukyat memulai puasa pada esok harinya, yaitu pada hari Sabtu, 21 Juli 2012. Sistem Rukyat menghitung 1 ramadhan dengan melihat munculnya bulan baru. Yang masih jadi perdebatan adalah bulan yang tampak bisa berupa 4 derajat atau lebih. Jika belum mencapai, maka bulan belum tampak
Sistem rukyat ini juga ditentukan oleh cuaca di tempat saat itu. Apabila Cuaca bagus, maka akan tampaklah bulan tersebut. Apabila cuaca kurang bagus, maka bulan baru tersebut tak akan tampak karena terhalang oleh kabut dan awan. Selain menggunakan penglihatan normal, dapat juga menggunakan teropong bintang.
Teropong bintang ini juga macam-maacam, mulai yang tradisional sampai teropong yang canggih seperti teropong Boscha.
Dengan beragamnya cara penentuan awal 1 ramadhan ini, pemerintah melalui Departemen Agama melakukan sidang yang dinamakan sidang Isbat. Setelaah sidang selesai, barulah pemerintah menentukan awal ramadhan tersebut.
Walaupun penentuan awal puasa atau awal idul fitri berbeda-beda, perbedaan ini dapat dimaklumi karena dengan beragamnya cara yang digunakan masing-masing pihak. Perbedaan ini begitu indah jika adaya toleransi satu sama lain. karena walaupun bermacam-macam, tetapi semua hanya memiliki satu tujuan, yaitu lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan syariatnya dan mennjauhi larangannya.
Biasanya orang dalam menyambut ramadhan mereka membersihkan diri, seperti membersihkan rumah, mandi limau, dan melaksanakan ibadah tarawih pada malam harinya. Ibadah tarawih ini hanya ada pada malam ramadhan saja, hal ini tidak ditemukan pada hari dan bulan selain Ramadhan. Makanya marilah kita bersama-sama melaksanakan sholat tarawih di bulan ramadhan. Karena tidak ada jaminan kita akan kembali bertemu dengan bulan ramadhan tahun berikutnya

Komentar
Posting Komentar